Lupa Bawa Buku Cetak, Siswa Penyandang Cacat Di Toraja Dihajar Kepala Sekolah

IndonesianNewspaper.com, Toraja - Daniel Palangiran Kepala SMP 1 Mengkendek, Tana Toraja, Sulsel, harus berurusan dengan aparat kepolisian. gegara memukul seorang siswanya yang duduk di kelas VIII. Yang bikin miris, siswa berinial GT tersebut merupakan seorang penyandang difabel atau cacat. Kejadiannya, Rabu (30/1) lalu.

Daniel dilaporkan ke Polres Tana Toraja oleh Natalis Rampa yang tak lain merupakan orang tua dari korban pada Rabu (30/1/2019).

Dihubung awak media via telepon selularnya (4/2/2019) Natalis menceritakan penganiayaan yang dilakukan Kepsek terhadap anaknya yang sehari-hari menggunakan tongkat itu, terjadi di dalam kelas saat proses belajar mengajar berlangsung. Saat itu para Siswa belajar pelajaran Matematika yang diberikan oleh Guru magang.

Ayah korban, Natalis Rempe tak terima anaknya diperlakukan demikian. Ia pun langsung melapor ke polisi.

Terpisah Kepsek SMPN 1 Mengkendek, Daniel Palangiran yang dikonfirmasi tidak membantah dan mengakui perbuatannya. Terpisah, Daniel Palangiran mengaku, perbuatan itu tidak disengaja. Ia spontan menonjok bagian kepala siswa tersebut, karena lupa bawa buku cetak matematika.

“Jadi memang ku kandottok tu kidena, (kupukul Kepalanya) karena tidak bawa buku paketnya. Tapi bukan cuma dia. Itu spontan saya lalukan. Jadi saya juga mengaku bersalah atas itu,” aku Daniel melalui Selulernya.

Ia mengaku khilaf dan bersalah atas tindakan spontan yang dilakukan. dan telah meminta maaf kepada pihak keluarga siswa yang ditonjoknya tersebut

“Tadi saya juga sudah bertemu dengan otang tuanya dan meminta maaf atas kejadian itu,” tambahnya.

Sementara itu Kadis Pendidikan Tana Toraja, Anton Toding, mengatakan, pihaknya pun sudah mempersiapkan sanksi terhadap Daniel.

"Sudah saya panggil dan akan kita berikan sanksi. Korban ini siswa difabel," ungkap anton.

(Roel)


Related Posts :

loading...

0 Response to "Lupa Bawa Buku Cetak, Siswa Penyandang Cacat Di Toraja Dihajar Kepala Sekolah"

Posting Komentar