Gadis Keterbelakan Mental Digilir Penjaga Musallah dan Dua Orang Pelaku Lainnya

IndonesianNewspaper.com, Tenggarong - Seorang gadis yang mengalami keterbelakangan mental sebut saja namanya Melati (17 tahun, bukan nama sebenarnya) harus kehilangan mahkotanya karena digilir tiga pria sontoloyo sejak Oktober 2018 hingga Januari 2019.

Ketiga pelaku tersebut diketahui bernama Sawidi (87 tahun), Nurdin (57 tahun), dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) berinisial MY (18 tahun). warga Tenggarong, Kalimantan Timur,

Mahkota Melati pertamakali direnggut oleh seorang kakek Sawidi umur 87 tahun
Sawidi bekerja sebagai penjaga musaliah. selama berkali kali, hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi,

Dia mengatakan,para pelaku leluasa berbuat asusila karena korban mengalami keterbelakangan mental. Menurut Triyadi, ketiga pelaku sudah dinyatakan sebagai tersangka. Sawidi dan Nurdin juga sudah ditahan.

Triyadi menjelaskan, ulah tiga pria bejat itu terbongkar secara tidak sengaja pada Senin (28/1/2019)lalu. Saat itu kakak Melati curiga melihat tingkah laku adiknya. Kakak Melati lantas mendesak adiknya untuk bercerita.

Karena didesak Melati akhirnya menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Dia mengaku sudah berulang kali digituin ketiga pelaku.

“Para pelaku tidak beraksi bersamaan. TKP-nya terpisah. Ada mengaku hanya sekali begitukan korban. Ada pula pelaku berulang kali beraksi. Bahkan sampai lupa berapa kali melakukan aksinya,” kata Triyadi.

Saat diintrogasi Sawidi mengaku telah sepuluh kali menggauli Melati. Dia melakukannya di pondok yang ditinggalinya. Pondok itu memang berada tidak jauh dari musallah yang dijaga pelaku. Sawidi mengaku kali pertama menggagahi Melati pada Oktober 2018 lalu.

“Saya tidak pernah memaksa. Dia sendiri datang ke pondok. Dia minta duit, lalu saya kasih Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu. Setelah duit saya kasih, dia buka celana liatkan itunya. Namanya saya laki-laki, langsung nafsu liat begituan,” kata Sawidi.

Sementara itu, tersangka Nurdin mengaku tidak pernah berhubungan badan dengan Melati. karena sudah lama ia tidak bisa begituan

“Saya cuma pegang-pegang itunya dia karena anu saya sudah tidak bisa dipakai begituan,” ujar Nurdin.

Di sisi lain, MY mengaku hanya sekali begituan dengan Melati. Dia melakukannya di pondok neneknya.

“MY dititipkan ke orang tuanya karena masih di bawah umur. Namun, dia tetap menjalani proses hukum sampai ke persidangan,” kata Triyadi sebagaimana dilansir laman Prokal, Senin (4/2).

Dia menambahkan, pihaknya juga telah menyita beberapa alat bukti berupa pakaian korban lainnya.

“Penyidik kami sudah pula menyita sejumlah alat bukti. Misalnya, pakaian korban lainnya,” tegas Triyadi.

Ketiga tersangka diancam dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(tt)


Related Posts :

loading...

0 Response to "Gadis Keterbelakan Mental Digilir Penjaga Musallah dan Dua Orang Pelaku Lainnya"

Posting Komentar