PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Astaga, Mahasiswa ATKP Makassar Kerap Mendapat Perlakuan Tidak Manusiawi

IndonesianNewspaper.com, Makassar - Para orang tua taruna-taruni ATKP Makassar menyuarakan keresahannya itu kepada ayah Aldama, Pelda Daniel, Minggu, 10 Februari 2019. pasalnya selain kejadian kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya taruna Aldama, ternyata juga sering terjadi perilaku yang tidak manusiawi dilingkungan ATKP Makassar tersebut.

Dari beberapa keresahan orang tua tersebut ternyata para senioritas sering mempertontonkan aksi yang cukup kejam dan tidak manusiawi. Salah satu kekejaman dan tidak manusiawi senior itu

Salah satunya, junior dihukum dengan makan sabun cemilan coklat yang sudah dilumat taruna-taruna lain hingga jadi bubur harus diminum oleh taruna yang dianggap melanggar. Jika menolak, penggantinya adalah pukulan. Dan tidak sedikit taruna atau taruni lebam-lebam tubuhnya karena pukulan..

"Iya, bukan cuma kontak fisik saja. Ada yang sampai disuruh makan sabun. Ada juga yang disuruh mengusap mukanya dengan Autan (lotion anti nyamuk, red) sampai bentol-bentol," ungkap Daniel yang ditemui di kediamannya, usai menerima tamu-tamunya itu.

Belakangan juga terungkap kalau, waktu istirahat mulai pukul 22.00 wita itu bagi taruna dan taruni yunior sebenarnya tidak bisa dimanfaatkan sebaik mungkin karena mereka harus mengabdi ke senior. Antara lain menyetrika seragam, mengepel, bersihkan kamar mandi bahkan disuruh memijat.

Tak ayal, taruna dan taruni yunior kekurangan waktu istirahat, tidak ada waktu mengulang pelajaran. Dan saat masuk waktu belajar, di saat itulah justru mereka kebanyakan kerap ditemukan tertidur di dalam kelas.

Penyiksaan-penyiksaan itu dialami langsung taruna - taruni. Sayangnya, mereka tak pernah berani menceritakannya kepada orang tua masing-masing. Kematian anaknya itu sekaligus menjadi pemicu segala kebenaran terkait kekejaman senior itu menguak ke permukaan.

Daniel mengaku sangat menyayangkan pola pendidikan seperti itu ada di sekolah. Dan sangat miris membayangkan hal seperti itu dialami putranya yang kini telah meninggal dunia, diduga karena kekerasan seniornya.

"Memang kuat doktrin tutup mulut ke taruna di sekolah itu. Mereka yang ketahuan orang tuanya ada luka atau semacamnya, pasti tutup mulut dan mengalihkan pembicaraan saat ditanya-tanya. Akhirnya baru terungkap semua kalau ada kasus seperti kasus anak saya," tutur Daniel.

Pelda Daniel Pongkala (43 tahun) juga berharap, agar taruna senior Akademi Teknik Dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Muhammad Rusdi (21 tahun) yang kini jadi tersangka tidak bungkam dan membeberkan siapa saja pelaku tindak kekerasan lainnya yang menjadi penyebab kematian putranya, Aldama Putra Pongkala

"Kami tetap usut tuntas kejadian ini. Pelakunya bukan cuma satu. Bodoh dia (tersangka Muhammad Rusdi) kalau tidak mau cerita siapa-siapa saja yang terlibat," Pungkas Daniel.

(Roel)


Loading...

Related Posts :

loading...

0 Response to "Astaga, Mahasiswa ATKP Makassar Kerap Mendapat Perlakuan Tidak Manusiawi"

Posting Komentar